13 Keistimewaan Agama Buddha Yang Patut Diteladani

Buddha merupakan perwujudan dari kebajikan-kebajikan yang telah Beliau sampaikan. Beliau mempraktikkan semua perkataan yang di sampaikan-Nya dalam tingkah laku. Beliau tidak pernah merasa lelah untuk menyebarluaskan Kebenaran dan merupakan contoh yang sempurna. Pada tiap saat Beliau tidak pernah menunjukkan kelemahan seorang manusia ataupun menunjukkan keinginan rendah. Kualitas Moral, Kebijaksanaan dan Belas Kasih-Nya adlah yang paling sempurna yang pernah ada di dunia ini.

Ajaran Buddha dapat membuat kita mencapai tingkat spiritual yang paling tinggi yang dapat kita peroleh. Buddha mengajarkan bahwa semua makhluk dapat mencapai kesempurnaan. Tidak ada pendiri kepercayaan lainnya yang pernah mengatakan bahwa setiap pengikutnya mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh kedamaian, kebahagiaan, dan pembebasan dari dirinya. Tetapi Buddha mengajarkan bahwa setiap makhluk dapat mencapai kebahagiaan yang sama dari Penerangan Sempurna, jika mereka mempraktikkan Dharma seperti yang telah Beliau praktikkan.

Berikut beberapa keistimewaan Agama Buddha yang sekiranya mungkin dapat anda terapkan dalam kesehasian:

1. UNGGUL DALAM FILSAFAT
Seperti yang di katakana oleh Bertrand Russell (ahli matematika, filsafat, pengarang dan kritikus sosial), pemenang Nobel yang populer sebagai filsafat terhebat pada abad 20.

“Dari sejarah agama-agama yang hebat, saya lebih suka pada ajaran Buddha. Ajaran Buddha adalah kombinasi dari berbagai filsafat yang spektakuler dan ilmiah. Ajaran ini memakai metode ilmiah dan pada akhirnya dapat di sebut rasional. Di dalamnya dapat di temukan jawaban dari berbagai pertanyaan yang menarik seperti “Apa itu batin dan jasmani? Dari keduanya, mana yang lebih penting? Apakah alam semesta ini bergerak menuju satu tujuan? Apa kedudukan manusia? Apakah kehidupan yang mulia itu? Ini di ambil dimana para ilmuwan tidak dapat menjawabnya karena keterbatasan pengetahuan atau peralatan. Penakluknya adalah pikiran.”

2. UNGGUL DALAM PSIKOLOGI
Dalam perjalanan karirnya banyak psikolog telah menemukan, seperti apa yang di perlihatkan oleh Dr. Carl G.Jung (penemu Psikologi analtik, perintis psikologi modern): kita lebih dekat dengan Buddha. Dengan membaca sebagian kecil Dharma dapat di sadari bahwa umat Buddha telah mengetahui masalah-masalah psikologi lebih dari 2500 tahun yang lalu, jauh sebelum masalah-masalah tersebut muncul pada masa modern ini. Mereka mempelajari masalah ini pada masa lalu dan juga menemukan jawabannya. Seperti di ungkapkan oleh Jung.

“Sebagai siswa pembanding ajaran, saya percaya bahwa ajaran Buddha adalah yang paling sempurna di dunia ini. Filsafat dalam teori evolusi dan dalam hukum Karma adalah yang paling Tinggi di antara yang lainnya. Bukan dari sejarah agama atau pelajaran filsafat yang pertama menggambarkanku alam berpikir Buddhis tetapi ketertarikanku pada kedokteran. Pekerjaanku adalah meringankan penderitaan psikis, dan ini mendorong saya untuk mengenal pandangan dan metode dari guru kemanusiaan terbesar itu (Buddha), yang mempunyai prinsip pokok untuk merubah rantai penderitaan, umur tua, sakit dan kematian.”

3. TIDAK MENAKUT-NAKUTI
Buddha adalah figur terbesar yang mengutamakan munculnya keyakinan rasional ketimbang kepercayaan takhayul semata. Beliau membebaskan manusia dari penghambaan pada para brahmana, dan yang pertama kali menunjukkan jalan kebebasan dari kemunafikkan dan kediktatoran agama. Ajaran Buddha adalah ajaran yang menggunakan akal dan tidak menakut-nakuti untuk memaksa setiap orang dengan segala cara untuk mempercayainya.

4. CINTA KASIH UNIVERSAL
Karena cinta kasih Buddha yang universal, Beliau melihat semua makhluk besar dan kecil, dari serangga sampai binatang buas adalah sama pada akhirnya, semua mempunyai hak yang sama untuk memperoleh kebahagiaan seperti kita.

5. TANPA-KEKERASAN
Tidak ada peperangan yang kita lihat dalam Agama Buddha. Buddha mengatakan bahwa, “Yang menang akan di benci dan yang kalah hidup dalam penderitaan, siapa yang melepaskan kemenangan dan kekalahan adalah orang yang bahagia dan hidup dalam kedamaian.” Beliau bukan hanya mengajarkan kedamaian dan tanpa kekerasan, tetapi Beliau juga mungkin yang pertama dan satu-satunya pengajar agama yang pergi ke medan perang untuk mencegah terjadinya perang.

6. PERSAMAAN DERAJAT
Buddha adalah yang pertama menentang sistem kasta dalam hak asasi manusia dan mengutamakan kesamaan dari semua makhluk tanpa memandang perbedaan tingkat sosial, suku bangsa, maupun kepercayaan. Beliau selalu memberikan semangat dalam masyarakat pada semua tingkat.

Menurut Buddha, satu-satunya pembedaan manusia adalah berdasarkan pada kualitas dari laku moralnya. Buddha mengatakan: “Pergilah ke semua Negara dan sebarkan ajaran ini. Katakana pada mereka bahwa yang miskin dan rendah, yang kaya dan tinggi semuanya satu dan semua kasta menyatu dalam kepercayaan ini seperti semua sungai yang mengalir ke laut.”

7. PERSAMAAN DALAM JENIS KELAMIN
Buddha melihat dua jenis kelamin yang pada akhirnya memiliki hak yang sama dan merupakan guru spiritual yang pertama kali memberikan wanita menjadi anggota Sangha (Persamuan Bhikksu dan Bhikksuni) sangat radikal pada waktu itu.

8. TIDAK MENYALAHGUNAKAN POLITIK

Buddha berasal dari kasta ksatria dan masuk dalam kategori raja, pangeran dan menteri. Tetapi Beliau tidak pernah menggunakan pengaruh kekuatan politik untuk menyebarkan ajaran-Nya disalahgunakan untuk mendapatkan kekuatan politik. Bagaimanapun, Beliau membujuk agar semua raja mempunyai moral yang kuat, dan mengajarkan bahwa sebuah Negara seharusnya tidak di perintah dengan ketamakan melainkan dengan Welas Asih dan perhatian pada rakyatnya.

9. PENYEBARAN TANPA KEKERASAN
Satu contoh yang sangat tepat dari kualitas dan pendekatan dari misionaris Buddhis adalah Raja Asoka, yang mengirimkan penyebar Agama Buddha ke berbagai daerah di Asia dan dunia Barat untuk memperkenalkan ajaran Buddha tentang perdamaian. Salah satu prasasti yang terukir di batu pilar Asoka, yang masih ada sampai saat ini di India menyatakan: “Seseorang seharusnya tidak hanya menghargai agamanya dan mencela agama orang lain.

Dengan melakukan hal ini, seseorang membantu agamanya untuk tumbuh dan memberikan perlakuan yang baik terhadap agama yang lain juga. Dengan melakukan yang sebaliknya, seseorang menggali kubur bagi agamanya sendiri dan sekaligus merugikan agamanya sendiri dan sekaligus merugikan agama yang lain.”

Perang keramat, perang suci, penyelidikan dan diskriminasi agama jangan sampai merusak sejarah ajaran Buddha. Penyebar Agama Buddha tidak perlu ataupun bermaksud mengubah seseorang yang telah mempunyai kepercayaan yang sesuai untuk di praktekannya.

Umat Buddha turut berbahagia melihat kemajuan agama lainnya sejauh mereka membantu orang lain menuju pada cara hidup spiritual sesuai dengan kepercayaan mereka, dan menuju pada kedamaian, keharmonisan dan pengertian yang benar. Tetapi, Buddha juga mendorong kita untuk membagi kebenaran dengan siapapun yang tertarik dengannya: “Pergilah, oh para Bhiksu, untuk kebaikan semuanya, untuk kebahagiaan semuanya, untuk menyebarkan Belas Kasihan bagi dunia, untuk kebaikan, keuntungan, dan kebahagiaan para dewa dan manusia, Janganlah berdua pergi dalam satu jalan. Babarkanlah Dharma, oh para Bhiksu, Dharma yang indah pada awal, indah pada pertengahannya, indah pada akhirnya, baik dalam semangat maupun dalam kata-kata. Ajarkanlah kehidupan suci untuk kesempurnaan dan kesucian.

10. TUJUAN YANG PALING BERHARGA
Pencapaian Kebuddhaan, atau memperoleh Kebahagiaan Sejati untuk diri sendiri dan orang lain adalah yang paling sulit, tetapi merupakan hal yang sangat berharga untuk di lakukan, karena mempraktikan Agama Buddha berarti mengikuti Jalan Mulia Berunsur Delapan (Jalan Tengah). Umat Buddha tidak selayaknya mengikuti salah satu bentuk ekstrim.

11. KEBAHAGIAAN DALAM HIDUP INI
Ajaran Buddha bukanlah sebuah agama yang hanya untuk kehidupan di dunia lain semata. Walaupun dengan mempraktekkan ajaran Buddha dalam kehidupan ini akan menghasilkan dampak positif untuk kehidupan kita yang selanjutnya, sebagian besar dari hasil latihan atau praktek kita akan dapat dirasakan dalam kehidupan saat ini juga.

12. SEGALA SESUATU ITU TERBUKA
Menurut Buddha, Kebenaran merupakan hal yang terbuka untuk di temukan oleh semua orang untuk kebaikan diri mereka sendiri. Ketika kita belajar tentang kehidupan dan ajaran-ajaran Buddha, kita dapat melihat bahwa segala sesuatunya terbuka bagi semua orang, memang ada beberapa pelajaran tingkat lanjut tertentu yang memerlukan bimbingan dari guru-guru yang berpengalaman, tetapi tidak ada rahasia dalam Agama Buddha.

13. PERBUATAN BAIK DAN PENUH PENGERTIAN
Pesan Buddha mengenai perbuatan baik dan penuh pengertian terhadap semua makhluk adalah sebuah pesan universal. Dunia saat ini membutuhkan pesan mulia ini lebih dari sebelumnya dalam sejarah kemanusiaan.