Ajaran Agama Buddha - Ramalan Buddha Tentang Masadepan
Ramalan Tentang Buddha Berikutnya.
Sang Buddha pernah mengatakan bahwa Buddha yang datang adalah Matteyya. Hal ini terdapat dalam Kitab Suci Tipitaka berbahasa Pali tepatnya pada Digha Nikaya Cakkavatti Sihanada Sutta, syair no. 25 yang berbunyi:
“Para bhikkhu, pada masa kehidupan orang-orang ini, di dalam dunia akan muncul seorang Bhagava Arahat Sammasambuddha bernama Metteyya, yang sempurna dalam pengetahuan dan pelaksanaannya, sempurna menempuh jalan, pengenal segenap alam, pembimbing manusia yang tiada taranya, yang sadar serta yang patut dimuliakan, yang sama seperti saya sekarang. Ia, dengan dirinya sendiri akan mengetahui dengan sempurna dan melihat dengan jelas alam semesta bersama alam-alam kehidupan para dewa, brahma, mara, serta para samana, para pertapa, para pangeran dan orang-orang lainnya, seperti apa yang saya tahu dengan sempurna dan lihat dengan jelas sekarang. Dhamma kebenaran yang indah pada permulaan, indah pada pertengahan dan indah pada akhir akan dibabarkan dalam kata-kata dan semangat, kehidupan suci akan dibina dan dipaparkan dengan sempurna dengan penuh kesucian, seperti yang saya lakukan sekarang. Ia akan diikuti oleh beberapa ribu bhikkhu sangha, seperti saya sekarang ini yang diikuti oleh beberapa ratus bhikkhu sangha.
Ramalan Tentang Ajaran Buddha
Tidak lama lagi saatnya akan tiba; Akhir dari Sasana era Sang Buddha Gotama. Sama seperti Buddha-Buddha terdahulu yang telah muncul ke dunia, Sang Buddha Gotama juga menjalani siklus yang serupa, yaitu: dimulai dari berjuang menyempurnakan Parami selama sekian Kappa, dilahirkan ke dunia untuk kali terakhir, mencapai Penerangan Sempurna, lalu membabarkan dhamma kepada manusia dan dewa demi manfaat tertinggi, kemudian akhirnya Parinibbana. Setelah itu Ajaran Buddha akan diwarisi dan terus dipraktikkan oleh para pengikut pengikutnya.
Seiring berjalannya waktu, dari tahun ke tahun, dari generasi ke generasi, dari abad ke abad, milenium ke milenium terjadilah kemerosotan kwalitas praktik dhamma yang semakin lama semakin parah sehingga sampai pada suatu saat nanti dhamma sama sekali dilupakan. Manusia tidak lagi mengenal Buddha, Dhamma dan Sangha.
Sang Buddha pernah menyatakan bahwa era Ajaran Beliau hanya akan bertahan selama 5000 tahun, yang bila dihitung mulai sekarang berarti hanya tersisa kurang dari setengahnya. Berakhirnya suatu era merupakan proses alami seperti yang memang telah terjadi berulang kali dan sewajarnya akan terus terjadi, jadi tentunya bukan terjadi hanya karena Sang Buddha telah menyatakan dan menghendaki demikian.
Dimulai sejak masa menjelang akhir era sampai masa setelah berakhirnya era Sang Buddha Gotama usia manusia akan semakin pendek dengan kwalitas hidup yang juga semakin menurun seiring dengan kehidupan yang luar biasa kacau dengan hancurnya moralitas yang menuju titik terendah. Walaupun demikian dalam masa kekacauan itu akan ada juga beberapa kelompok manusia yang masih mampu memilih untuk tidak menjadi bagian dari kebodohan masal itu. Mereka memilih untuk menyingkir dari kegilaan global ini untuk mulai lagi mempraktikkan moralitas dan kebajikan.
Selanjutnya dari generasi ke generasi, anak cucu mereka mulai bertambah usianya seiring dengan kontinuitas praktik moralitas dan kebajikan. Sebagai hasilnya batas usia manusia naik kembali dari usia rata rata 10 tahun secara berangsur naik hingga mencapai angka 80.000 tahun di mana pada waktu itu ada kemakmuran dan kesejahteraan di mana-mana, lalu akan munculah Sammasambuddha terakhir dalam masa dunia ini, yaitu Buddha Maitreya atau Metteya yang akan mengajarkan Dhamma supaya manusia dan dewa bisa merealisasikan akhir dari dukkha; Nibbana. Demikianlah seperti dikisahkan dalam Tipitaka.
Juga dikisahkan bahwa di bumi yang sama yang sekarang kita huni ini sudah pernah muncul empat Sammasambuddha, yaitu Buddha Kakusandha, Buddha Konagamana, Buddha Kassapa, dan Buddha Gotama, dan akan lahir lagi satu Sammasambuddha, yaitu Buddha Metteya yang akan menjadi Buddha terakhir dalam satu masa dunia ini sebelum bumi ini kembali hancur terurai sesuai hukum ketidakkekalan segala sesuatu yang terbentuk. Masa dunia di mana ada lima Sammasambuddha ini disebut sebagai Maha Baddha Kappa. Di zaman Buddha-Buddha lampau sebelum Buddha Gotama, seringkali terjadi masa kosong yang amat sangat lama sekali di mana dunia kosong dari Ajaran Buddha yang berlangsung antara masa setelah berakhirnya era Buddha terdahulu dengan masa munculnya Buddha yang selanjutnya. Masa kosong itu tak terhitung lamanya. Dalam masa kegelapan itu peradaban manusia mungkin muncul dan musnah silih berganti.
Ramalan Kemerosotan Moralitas Dan Semakin Pendeknya Usia Manusia
Hubungan antara keduanya dapat disimak dalam ringkasan kotbah Sang Buddha dalam Cakkavattishanada Sutta:
“Wahai raja, rakyatmu yang raja perintah berdasarkan ide dan caramu sendiri yang berbeda dengan cara-cara yang mereka ikuti dahulu, tidak sukses seperti apa yang mereka biasa capai di masa raja-raja terdahulu yang melaksanakan kewajiban maharaja yang suci…
Karena raja tidak berdana kepada orang-orang miskin maka kemelaratan bertambah… dengan demikian pencurian makin mewabah… kekerasan meluas dengan cepat, pembunuhan menjadi biasa.
Karena pembunuhan terjadi maka batas usia kehidupan dan kecantikan manusia berkurang, sehingga batas usia kehidupan pada masa itu adalah 80.000 tahun akan tetapi usia kehidupan anak anak mereka hanya 40.000 tahun.
Demikianlah karena kemelaratan meluas…pembunuhan…hingga berdusta menjadi biasa… usia kehidupan mereka hanya 20.000 tahun. Kemudian kemelaratan meluas… berdusta… hingga memfitnah berkembang… usia kehidupan anak-anak mereka hanya 10.000 tahun. Kemelaratan meluas… memfitnah… berzinah… kata-kata kasar dan membual… iri hati dan dendam berkembang… pandangan sesat… berzinah dengan saudara sendiri, keserakahan, pemuasan nafsu… kurang berbakti kepada orangtua, kurang hormat pada samana, dan petapa, serta kurang patuh pada pimpinan masyarakat berkembang dan meluas. Karena hal ini berkembang meluas maka batas usia kehidupan dan kecantikan berkurang, sehingga batas usia kehidupan pada masa itu adalah 250 tahun akan tetapi batas usia anak anak mereka hanya 100 tahun.
…Akan tiba suatu masa ketika keturunan dari manusia itu akan mempunyai usia kehidupan hanya 10 tahun… umur 5 tahun bagi wanita merupakan usia
perkawinan. Pada masa kehidupan orang-orang ini, makanan seperti padi, susu, mentega, minyak, tila, gula, garam akan lenyap. Bagi mereka biji-bijian kudrusa akan merupakan makanan terbaik… Pada masa orang-orang itu sepuluh macam cara melakukan perbuatan jahat akan berkembang dengan cepat.
…Di antara mereka tidak ada lagi rasa berbakti kepada orangtua, tidak ada lagi rasa menghormat kepada para samana dan petapa, serta tidak ada lagi kepatuhan kepada pimpinan masyarakat… tidak ada lagi (pikiran yang membatasi) untuk kawin dengan ibu, bibi… Dunia diisi oleh cara bersetubuh dengan siapa saja, bagaikan domba, kambing, burung, babi, anjing, srigala.
…Akan tiba suatu masa, yaitu munculnya pedang selama seminggu. Selama masa ini
mereka akan melihat individu lain sebagai binatang liar… dengan pedang mereka akan saling bunuh.
Sementara itu ada orang-orang tertentu berpikir:’ Sebaiknya kita jangan membunuh atau kita tidak membiarkan orang lain membunuh kita. Marilah kita menyembunyikan diri kedalam belukar… Marilah kita berbuat kebajikan-kebajikan.’ Mereka akan berusaha untuk tidak membunuh… Karena melaksanakan kebajikan ini maka akibatnya batas usia dan kecantikan mereka bertambah. Bagi mereka yang batas usia kehidupannya hanya 10 tahun, akan tetapi batas usia anak anak mereka mencapai 20 tahun.
…’Marilah kita berusaha untuk tidak mencuri… tidak berzinah… tidak mengucapkan kata-kata kasar… tidak membual… tidak serakah… tidak membenci… tidak berpandangan sesat… tidak bersetubuh dengan keluarga sendiri… tidak tamak dan
tidak memuaskan nafsu. Marilah kita berbakti kepada orangtua kita, menghormat kepada para samana dan petapa, serta patuh kepada pemimpin bangsa.’
Karena mereka melaksanakan kebajikan- kebajikan… sehingga bagi mereka yang batas usia kehidupan hanya 20 tahun… anak anak mereka mencapai 40 tahun… 80 tahun… 4000 tahun… 20.000 tahun… 40.000 tahun… anak-anak mereka mencapai batas usia kehidupan 80.000 tahun…
…Dalam masa kehidupan orang-orang ini, di dunia akan muncul seorang Bhagava Arahat Sammasambuddha bernama Metteya… Dhamma, Kebenaran… akan dibabarkan… kehidupan suci akan dibina dan dipaparkan… seperti yang Aku lakukan sekarang. Beliau akan
diikuti oleh beberapa ribu bhikkhu, seperti Aku sekarang ini.”
Demikianlah gambaran mengenai apa yang cenderung akan terjadi di masa yang akan datang. Bila kita melihat ke sekitar kita, atau bahkan kepada diri kita sendiri maka dengan jelas kita akan melihat bahwa banyak sekali ditemukan gejala-gejala kemerosotan moralitas yang memang cenderung menuju ke arah sana. Bahkan bumi ini juga sudah tidak lagi bersahabat.
Tentu saja degradasi moral dalam masyarakat global dan kehancuran lingkungan hidup seperti gambaran tersebut tidak tiba-tiba begitu saja terjadi di zaman sekarang. Cikal bakalnya sudah mulai berlangsung sedikit demi sedikit sejak dahulu, masih terus berlangsung dan berkembang sekarang dan akan semakin menggila dan mewabah di masa depan sampai satu waktu mencapai titik terendah.
Sumber : Literatur, buku-buku dan diskusi mahasiswa.
Semoga Bermanfaat untuk Kita Semua...
Salam...

