Ajaran Kong Hu Cusebagian besar pakar berpendapat adalah仁 = Cinta Benevolence atau dapat dibahasakan sebagai Kebajikan, tapi apa itu Cinta Benevolence atau kebajikan? Kata-kata ini menurut cerita dalam Analek (论语lunyu) dan pendapat pakar adalah “Resep Kong Hu Cu” untuk mengatas siatuasi kacau pada zaman beliau masih hidup. Kata ini pertama dikemukakan oleh Kong Hu Cu saat berdiskusi dengan salah satu muridnya.
Yang dimaksud dengan Kebajikan yaitu Cinta terhadap Orang. (爱人ai’ren), yang berarti mencintai orang lain. Kata-kata ini mulanya dikatakan kepada Fan Che樊迟*, saat menjawab pertanyaan murid ini.Fan Che adalah salah satu murid Kong Hu Cu yang sering dimarahi. Ada 4 murid yang paling sering dimarahi yaitu Zi Lu子路, Zai Yu宰予, Ran You冉有 dan Fan Che樊迟. Ran You bahkan pernah diumumkan oleh Kong Hu Cu boleh “dipukuli”..
Diceritakan bahwa Fan Che dimarahi Kong Hu Cu karena dia mau belajar bertani, dimarahi sebagai orang kecilan ( kontroversi ini ada cerita dan argumen lain ). Tapi dia ini bukannya murid yang tidak baik, justru murid yang cemerlang, dalam Analek namanya disebut-sebut sebanyak 6 kali, dimarahi sekali, tapi yang kelima kali tidakdimarahi melainkan dia mengajukan pertanyaan. Pertama bertanya tentang “Bakti Orangtua”孝xiao, kedua tentang “Menempa Ilmu”修行xiu xing, tiga kali tentang “Kebajikan”仁Ren, dua kali tentang ”Akal Sehat” 智Zhi, Kong Hu Cu merasa sangat puas dengan pertanyaannya.
Khusus untuk pertanyaan tentang “Kebajikan” dia menanyakan tentang definisi kebajikan, petanyaan semacam ini sangat jarang sekali waktu zaman itu, bahkan sangat luar biasa, karena biasanya murid lain menanyakan bagaimana supaya jadi bajik atau bagaimana untuk berbuat bajik, belum pernah ada yang bertanya definisi dari “Kebajikan”. Juga pada masa itu di Tiongkok metode belajarnya tidak senang untuk mendefinisikan sesuatu, terbanyak menanyakan bagaimana untuk melaksanakan/berbuat sesuatu.Fan Che menanyakan tentang apa itu “Kebajikan仁”, Kong Hu Cu menjawab : “Cinta kepada Orang(爱人ai ren)”. Ketika menayakan apa itu “Akal Sehat智”, Kong Hu Cu menjawab : ”Kenal dan Memahami Orang(知人zhi’ren)”. Mendapatkan jawaban demikian Fan Che tidak bisa mengerti.Maka Konghuchu memberi penjelasan lagi, dengan 10 kata :举直错住枉能使枉者直《论语颜渊》ju zhi cou zhu wang,neng shi wang zhi zhi.
Sesuatu yang lurus jika ditumpangkan diatas sesuatu yang bengkok, maka yang bengkok akan jadi lurus.Fan Zhe mendengar penjelasan ini masih tetap tidak bisa menyimak artinya, walaupun dia masih belum mengerti, tapi dia tidak berani menanya lagi.
Kemudian dia menanya kepada temannya, Zi Xia子夏 seorang murid yang cerdas, dia ini pernah menanyakan tentang “gadis manis dengan lesung pipi, mata bolak tanpa bersolek telah terlihat cantik......” , setelah Fan Zhe memaparkan tentang pertanyaan dan jawaban sang guru. Serta merta Zi Xia berseru, “ wah ...! Guru kita ini benar-benar hebat dan luar biasa.... sangat Agung.... kamu ini bodoh sekali... kata-kata guru ini sungguh-sungguh kaya artinya.Coba kamu camkan saat-saat Raja-raja Agung kita yang lalu seperti Shang Dang Wang商荡王, Zhou Wen Wang周文王, yang telah sukses mengatur masyarakat dengan sangat baik dan tertib, bagaimana mereka melakukannya? Tidak lain mereka menyeleksi diantara putra-putra terpandai dan jujur dari rakyatnya, untuk dijadikan pejabat negera dan pimpinan, sehingga mereka yang tidak baik dan tidak pandai dan jujur otomatis akan tersingkir.... inilah artinya...... “ begitulah penjelasan Zi Xia.
Maka dikemudian hari semua muridnya yang menyusun Analek memakai refrensi ini untuk menjelaskan hal yang berkaitan dengan ini.Yang memiliki arti memilih orang-orang terbaik untuk direkrut menjadi pimpinan pemerintahan, dan ditempatkan diatas pejabat yang tidak baik dan tidak pandai, maka orang-orang yang tidak baik dan tidak pandai ini akhirnya akan tersingkir. Maka dengan sendirinya para manipulator, koruptor, makelar kasus (markus), pejabat-pejabat kotor akan terusir.
Para cendikiawan yang memperdebatkan hal ini mengatakan bahwa jika berdasarkan penjelasan Zi Xia seharusnya, “Jika yang lurus ditindihkan diatas yang bengkok/lengkung, maka yang lengkung seharusnya tersingkir, bukan jadi lurus, seharusnya kata-kata ini menjadi demikian” (举直错住枉能使枉者无ju zhi cuo zhu wang,neng shi wang zhi wu. Wu= tiada).
Tapi ada cendikiawan yang memberi penjelasan bahwa “(直zhi) = diluruskan berarti menjadi benar, dan wang枉 berarti sesuatu yang salah”.Sehingga golongan cendikiawan ini memberi penjelasan definisi ini sebagai berikut: “ Dengan perbuatan yang benar untuk mengganti perbuatan yang salah, dengan demikian perbuatan yang baik bisa memperbaiki suatu perbuatan yang salah.” Ini kira akan lebih tepat. Dan resep ini barulah resep Kong Hu Cu yang mujarab.
Dalam sosial masyarakat yang kacau balau dimana kelaliman sudah memasyarakat, maka gagasan-gagasan yang baik dan benar perlu disebar luaskan agar memasyarakat. Maka bila telah memasyarakat dengan sendirinya kesalahan-kesalahan yang terlanjur sudah memasyarakat bisa diperbaiki. Inilah resepnya.Namun masih ada pertanyaan, apakah itu ‘Benar atau Lurus’?Dan apakah itu ‘Kesalahan’?Kong Hu Cu mengatakan: “Kepatutan/ Propriety” 理Li itu adalah yang lurus直zhi, itulah yang disebut “Benar” yaitu kebenaran hakiki. Orang yang berpegang atas kebenaran adalah lurus.Jadi apa yang kiranya patut menurut hati nurani, biasanya adalah yang lurus yang mengadung kebenaran hakiki. Seorang yang berbuat menurut kepatutan berdasarkan hati nuraninya adalah orang yang berbuat lurus, tidak berpikiran bengkok. Jika orang ini berbuat lurus, jujur, maka dia akan selalu berbuat wajar, tegar, tidak takut dalam mengambil sikap dan gagah (理直气壮lizhi qizhuang).
Dengan demikian seorang yang dasarnya lurus dan benar walau dihadapkan pada orang yang coba memfitnah atau merekayasa untuk membengkok dirinya, maka dia akan lawan terus dengan gagah berani dan akhirnya kelurusan yang akan menang.... ini adalah Hukum Alam.... maka disebut :
Sesuatu yang lurus jika ditumpangkan diatas sesuatu yang bengkok, maka yang bengkok akan jadi lurus. 举直错住枉能使枉者直《论语颜渊》ju zhi cuo zhu wang,neng shi wang zhi zhi.
RANGKUMAN INTISARI
AJARAN KONGHUCU
Ajaran Konfusianisme atau Kong Hu Cu (juga: Kong Fu Tze atau Konfusius) dalam bahasa Tionghoa, istilah aslinya adalah Rujiao (儒教) yang berarti agama dari orang-orang yang lembut hati, terpelajar dan berbudi luhur.
Ajaran Konfusianisme atau Kong Hu Cu (juga: Kong Fu Tze atau Konfusius) dalam bahasa Tionghoa, istilah aslinya adalah Rujiao (儒教) yang berarti agama dari orang-orang yang lembut hati, terpelajar dan berbudi luhur.
Khonghucu memang bukanlah pencipta agama ini melainkan beliau hanya menyempurnakan agama yang sudah ada jauh sebelum kelahirannya seperti apa yang beliau sabdakan: "Aku bukanlah pencipta melainkan Aku suka akan ajaran-ajaran kuno tersebut".
Meskipun orang kadang mengira bahwa Khonghucu adalah merupakan suatu pengajaran filsafat untuk meningkatkan moral dan menjaga etika manusia.
Sebenarnya kalau orang mau memahami secara benar dan utuh tentang Ru Jiao atau Agama Khonghucu, maka orang akan tahu bahwa dalam agama Khonghucu (Ru Jiao) juga terdapat Ritual yang harus dilakukan oleh para penganutnya.
Agama Khonghucu juga mengajarkan tentang bagaimana hubungan antar sesama manusia atau disebut "Ren Dao" dan bagaimana kita melakukan hubungan dengan Sang Khalik/Pencipta alam semesta (Tian Dao) yang disebut dengan istilah "Tian" atau "Shang Di".
Ajaran falsafah ini diasaskan oleh Kong Hu Cu yang dilahirkan pada tahun 551 SM Chiang Tsai yang saat itu berusia 17 tahun. Seorang yang bijak sejak masih kecil dan terkenal dengan penyebaran ilmu-ilmu baru ketika berumur 32 tahun, Kong Hu Cu banyak menulis buku-buku moral, sejarah, kesusasteraan dan falsafah yang banyak diikuti oleh penganut ajaran ini. Beliau meninggal dunia pada tahun 479 SM.
Konfusianisme mementingkan akhlak yang mulia dengan menjaga hubungan antara manusia di langit dengan manusia di bumi dengan baik. Penganutnya diajar supaya tetap mengingat nenek moyang seolah-olah roh mereka hadir di dunia ini. Ajaran ini merupakan susunan falsafah dan etika yang mengajar bagaimana manusia bertingkah laku.
Konfusius tidak menghalangi orang Tionghoa menyembah keramat dan penunggu tapi hanya yang patut disembah, bukan menyembah barang-barang keramat atau penunggu yang tidak patut disermbah, yang dipentingkan dalam ajarannya adalah bahwa setiap manusia perlu berusaha memperbaiki moral.
Ajaran ini dikembangkan oleh muridnya Mensius ke seluruh Tiongkok dengan beberapa perubahan. Kong Hu Cu disembah sebagai seorang dewa dan falsafahnya menjadi agama baru, meskipun dia sebenarnya adalah manusia biasa. Pengagungan yang luar biasa akan Kong Hu Cu telah mengubah falsafahnya menjadi sebuah agama dengan diadakannya perayaan-perayaan tertentu untuk mengenang Kong Hu Cu.
Sedangkan Intisari ajarannya itu adalah:
Delapan Pengakuan Iman (Ba Cheng Chen Gui) dalam agama Khonghucu:
01 - Ren - Cintakasih
Dalam Kitab Suci Agama Khonghucu (SI SHU), pembahasan tentang Cinta Kasih terdapat pada Kitab Ajaran Besar sebanyak 1 Pasal 2 ayat, Kitab Tengah Sempurna 1 pasal 2 ayat, Kitab Sabda Suci 12 pasal 34 ayat dan Kitab Meng Zi 8 pasal 19 ayat.
Agama Khonghucu juga mengajarkan tentang bagaimana hubungan antar sesama manusia atau disebut "Ren Dao" dan bagaimana kita melakukan hubungan dengan Sang Khalik/Pencipta alam semesta (Tian Dao) yang disebut dengan istilah "Tian" atau "Shang Di".
Ajaran falsafah ini diasaskan oleh Kong Hu Cu yang dilahirkan pada tahun 551 SM Chiang Tsai yang saat itu berusia 17 tahun. Seorang yang bijak sejak masih kecil dan terkenal dengan penyebaran ilmu-ilmu baru ketika berumur 32 tahun, Kong Hu Cu banyak menulis buku-buku moral, sejarah, kesusasteraan dan falsafah yang banyak diikuti oleh penganut ajaran ini. Beliau meninggal dunia pada tahun 479 SM.
Konfusianisme mementingkan akhlak yang mulia dengan menjaga hubungan antara manusia di langit dengan manusia di bumi dengan baik. Penganutnya diajar supaya tetap mengingat nenek moyang seolah-olah roh mereka hadir di dunia ini. Ajaran ini merupakan susunan falsafah dan etika yang mengajar bagaimana manusia bertingkah laku.
Konfusius tidak menghalangi orang Tionghoa menyembah keramat dan penunggu tapi hanya yang patut disembah, bukan menyembah barang-barang keramat atau penunggu yang tidak patut disermbah, yang dipentingkan dalam ajarannya adalah bahwa setiap manusia perlu berusaha memperbaiki moral.
Ajaran ini dikembangkan oleh muridnya Mensius ke seluruh Tiongkok dengan beberapa perubahan. Kong Hu Cu disembah sebagai seorang dewa dan falsafahnya menjadi agama baru, meskipun dia sebenarnya adalah manusia biasa. Pengagungan yang luar biasa akan Kong Hu Cu telah mengubah falsafahnya menjadi sebuah agama dengan diadakannya perayaan-perayaan tertentu untuk mengenang Kong Hu Cu.
Sedangkan Intisari ajarannya itu adalah:
Delapan Pengakuan Iman (Ba Cheng Chen Gui) dalam agama Khonghucu:
- Sepenuh Iman kepada Tuhan Yang Maha Esa (Cheng Xin Huang Tian)
- Sepenuh Iman menjunjung Kebajikan (Cheng Juen Jie De)
- Sepenuh Iman Menegakkan Firman Gemilang (Cheng Li Ming Ming)
- Sepenuh Iman Percaya adanya Nyawa dan Roh (Cheng Zhi Gui Shen)
- Sepenuh Iman memupuk Cita Berbakti (Cheng Yang Xiao Shi)
- Sepenuh Iman mengikuti Genta Rohani Nabi Kongzi (Cheng Shun Mu Duo)
- Sepenuh Iman memuliakan Kitab Si Shu dan Wu Jing (Cheng Qin Jing Shu)
- Sepenuh Iman menempuh Jalan Suci (Cheng Xing Da Dao)
01 - Ren - Cintakasih
Dalam Kitab Suci Agama Khonghucu (SI SHU), pembahasan tentang Cinta Kasih terdapat pada Kitab Ajaran Besar sebanyak 1 Pasal 2 ayat, Kitab Tengah Sempurna 1 pasal 2 ayat, Kitab Sabda Suci 12 pasal 34 ayat dan Kitab Meng Zi 8 pasal 19 ayat.
Pada Kitab Sabda Suci XII : 1 menyatakan Cinta Kasih itu adalah mengendalikan diri pulang kepada kesusilaan dan sangat tergantung kepada usaha diri sendiri, maka Nabi Bersabda, "Yang tidak susila jangan dilihat, Yang tidak susila jangan di dengar, Yang tidak susila jangan dibicarakan, dan Yang tidak susila jangan dilakukan".
Pada ayat lain, Sabda Nabi menyatakan bahwa "apa yang diri sendiri tiada inginkan, janganlah diberikan kepada orang lain".Disamping beberapa ayat tersebut di atas telah menjadi pegangan hidup bagi umat Khonghucu, ada 2 ayat lagi yang tidak asing ditelinga yaitu : "Seorang yang berperi Cinta Kasih ingin dapat tegak, maka berusaha agar orang lain pun tegak ; ia ingin maju, maka berusaha agar orang lain pun maju". (Sabda Suci VI : 30 : 3)."Seorang yang berperi Cinta Kasih rela menderita lebih dahulu dan membelakangkan keuntungan. Demikianlah orang yang berperi Cinta Kasih".
02 - Yi - Kebenaran/Keadilan/Kewajiban
Pembahasan tentang kebenaran/ keadilan terdapat pada Kitab Ajaran Besar sebanyak 2 pasal 2 ayat. Tengah Sempurna 3 pasal 6 ayat, Sabda Suci 4 pasal 5 ayat dan Meng Zi 6 pasal 8 ayat. Kebenaran itu adalah kewajiban hidup dan jalan lurus, seringkali disebut bahwa kebenaran adalah Jalan sedangkan kesusilaan adalah pintu.
Maka dikatakan apabila hendak menemui seorang bijaksana dengan tidak memakai cara yang berlandas Jalan Suci, laksana menyuruh orang masuk rumah tetapi menutup pintu". (Meng Zi VB: 7:8).Dalam Kitab Meng Zi IIIB: 9:9, menyatakan bahwa Ajaran Yang Cu hanya mengutamakan diri sendiri. Tidak mau mengakui adanya pemimpin. Bik Cu mengajarkan Cinta yang menyeluruh sama ; tidak mengakui adanya orang tua sendiri ! yang tidak mengakui adanya orang tua sendiri dan adanya pemimpin sesungguhnya hanya burung atau hewan saja, Kalau ajaran Yang Cu dan Bik Cu tidak dipadamkan, jalan Suci Kong Zi tidak akan dapat bersemi ; kata-kata jahat itu akan membodohkan rakyat, menimbuni Cinta Kasih dan kebenaran. Bila Cinta Kasih dan Kebenaran tertimbun, ini seperti menuntun binatang memakan manusia, bahkan mungkin manusia makan manusia.
Oleh karena itu bahwa ajaran yang tidak mengakui adanya orang tua sendiri dan adanya pemimpin sangat bertentangan dengan kebenaran/ keadilan. Sedangkan ajaran Nabi Agung Kong Zi memposisikan Laku Bakti kepada orang tua di atas segala-galanya setelah Tuhan dan Nabi.
03 - Li - Kesusilaan, Kepantasan
Pembahasan tentang Kesusilaan terdapat pada Kitab Tengah Sempurna sebanyak 4 pasal 6 ayat, Sabda Suci 16 pasal 40 ayat dan Meng Zi 8 pasal 16 ayat. Dalam kamus Bahasa Indonesia susunan W.J.S.
Pembahasan tentang Kesusilaan terdapat pada Kitab Tengah Sempurna sebanyak 4 pasal 6 ayat, Sabda Suci 16 pasal 40 ayat dan Meng Zi 8 pasal 16 ayat. Dalam kamus Bahasa Indonesia susunan W.J.S.
Poerwadarminta arti kata dari kesusilaan adalah kesopanan ; sopan santun, keadaban. Pada jaman sekarang, kesopanan atau kesusilaan sudah merupakan barang mahal. Maksudnya adalah semakin langka orang berlaku sopan terhadap orang tuanya, saudara-saudara tuanya, orang-orang lain yang lebih tua.
Perkembangan ini menunjukkan suatu kemerosotan moral dan cukup memprihatinkan.Dalam banyak hal yang akan kita lakukan, Nabi Agung Kong Zi memberikan Sabda, "Melakukan hormat tanpa tertib kesusilaan, akan menjadikan orang repot. Berhati-hati tanpa tertib kesusilaan, akan menjadikan orang serba takut. Berani tanpa tertib kesusilaan, akan menjadikan orang suka mengacau. Dan jujur tanpa tertib kesusilaan, akan menjadikan orang berlaku kasar". (Sabda Suci VIII : 2).
Jadi setiap perbuatan, menurut kita sudah baik dan benar masih perlu diukur dengan parameter kesusilaan. Agar apa yang telah dihasilkan (Out-putnya) masih dalam kerangka harmonis, seimbang dan selaras.Disamping itu, dalam Sabda Suci XX : 3 : 2 menyatakan bahwa, "Yang tidak mengenal Kesusilaan, ia tidak dapat teguh pendirian". Dengan demikian setiap Insan dituntut untuk mengenal Kesusilaan.
Agar hubungan sesama manusia di dalam keluarga, masyarakat dan negara adanya keharmonisan. Dan pada ayat lain ditegaskan oleh Nabi, "Tegakkan Pribadimu dengan kesusilaan". Hal ini menunjukkan bahwa segala sesuatu harus dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu.
04 - Zhi - Bijaksana
Pembahasan tentang kebijaksanaan terdapat pada Kitab Ajaran Besar sebanyak 4 pasal 10 ayat, Tengah Sempurna 5 pasal 5 ayat, Sabda Suci 14 pasal 42 ayat dan Meng Zi 9 pasal 23 ayat. Kebijaksanaan asal kata dari bijak artinya pandai, mahir, selalu menggunakan akal budinya (W.J.S. Poerwadarminta).
Nabi bersabda, "Orang yang memahami ajaran lama lalu dapat menerapkan pada yang baru, dia boleh dijadikan guru". (Tengah Sempurna XXVI : 6).
Kata-kata atau ungkapan yang bijak selalu berlaku sepanjang masa, maka Nabi Agung Kong Zi dijuliki Nabi Sepanjang Masa.Dalam kehidupan kita sehari-hari, bagaimana cara agar kita dapat bertindak bijak ?
Dalam Kitab Sabda Suci III:21:2, menyatakan, "Hal yang sudah terjadi tidak perlu dipercakapkan, hal yang sudah terlanjur tidak perlu dicegah, dan hal yang sudah lampau tidak perlu disalah-salahkan".
Dalam hal ini di anjurkan bahwa Orientasi kita adalah kedepan, sedangkan kejadian-kejadian terdahulu merupakan guru atau pengalaman hidup untuk melangkah kedepan, dan selalu memperbaiki serta memperbaharui diri setiap hari.Berhubungan dengan keadaan tersebut di atas, ayat lain menganjurkan, "Balaslah kejahatan dengan kelurusan dan balaslah kebajikan dengan kebajikan".
Artinya apabila ada orang berbuat jahat atau jahil kepada kita, maka sadarkanlah orang tersebut dengan perbuatan kita dan apabila orang berbuat baik kepada kita, maka kita juga wajib berlaku baik kepada orang yang bersangkutan.
05 - Xin - Dapat dipercaya
Pembahasan tentang dapat dipercaya terdapat pada Kibab Ajaran Besar sebanyak 1 pasal 1ayat, Tengah Sempurna 1 pasal 1 ayat, Sabda Suci 6 pasal 7 ayat dan Meng Zi 1 pasal 1 ayat. "Kalau memegang sikap dapat dipercaya itu dilandasi kebenaran, maka kata-katanya akan dapat ditepati.
Kalau sikap hormat itu dilandasi tata susila, niscaya menjauhkan malu dan hina. Kalau dapat dekat kepada orang yang patut (Karena jiwanya yang luhur), ia akan mendapatkan pembimbing yang boleh dijunjung". (Sabda Suci I:13).
Sikap dapat dipercaya ini memungkinkan manusia mencapai cita-citanya, sedangkan kesombongan dan keangkuhan akan mengakibatkan hilangnya harapan.Dalam kehidupan kita ini setiap manusia menghendaki orang lain bertindak jujur dan dapat dipercaya. Padahal belum tentu dirinya dapat bertindak demikian. Jadi Insan yang mana pun bila berlaku dapat dipercaya akan diterima di mana pun ia berada.
Lima Hubungan Sosial (Wu Lun):
Zhong Shu = Satya dan Tepa selira/Tahu Menimbang:
"Apa yang diri sendiri tiada inginkan, jangan dilakukan terhadap orang lain" (Lunyu)
Lima Hubungan Sosial (Wu Lun):
- Hubungan antara Pimpinan dan Bawahan
- Hubungan antara Suami dan Isteri
- Hubungan antara Orang tua dan anak
- Hubungan antara Kakak dan Adik
- Hubungan antara Kawan dan Sahabat
- Xiao - Laku Bakti
- Ti - Rendah Hati
- Zhong - Satya
- Xin - Dapat Dipercaya
- Li - Susila
- Yi - Bijaksana
- Lian - Suci Hati
- Chi - Tahu Malu
Zhong Shu = Satya dan Tepa selira/Tahu Menimbang:
"Apa yang diri sendiri tiada inginkan, jangan dilakukan terhadap orang lain" (Lunyu)
Sumber luar : https://mahasiswailmiah.blogspot.com
